AMMI pertama kali lahir dengan nama Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Independent pada masa dimana pertentangan ideologi menjadi gejala yang menonjol dalam kehidupan sosial politik di Indonesia. Hal ini mendorong AMMI untuk memiliki karakter sebagai jati diri gerakan Masyarakat dan Mahasiswa yang pada akhirnya muncullah rumusan tentang Sistem Perkaderan AMMI pada tanggal 12 Juni 2009.
Muncul nama AMMI berdasarkan komitmen kebersamaan di lingkungan mahasiswa Universitas Galuh Ciamis, (Heryanto, Angga Adie Pratama, Aji Nugraha, Rijal J Pebrian, Gin-gin Nurul Kamal, Nurul Mubin) yang pada waktu itu hanya sebagai organ taktis (sementara) untuk menyikapi berbagi permasalahan sosial kepemerintahan di luar kampus.
Pada bulan Mei 2009 AMMI pertama kali menyikapi permasalahan tentang Ijazah palsu salah satu anggota dewan Ciamis terpilih. Gerakan tersebut menimbulkan pro-kontra ditingkatan elit politik Ciamis, Pasalnya AMMI dianggap tidak independent karena adanya kepentingan anggota dewan yang tersingkir. Namun, hal itu tidak menjadi halangan bagi AMMI untuk terus bergerak, pada bulan berikutnya AMMI dan PMII mengikuti aksi damai pada pelantikan anggota Dewan Ciamis. Hal ini mendapat tanggapan positif dari berbagi pihak, karena gerakan aksi damai tersebut sangat mewakili masyarakat Ciamis. Untuk pertama kali AMMI beranggotakan 28 orang dari tingkatan mahasiswa dan masyarakat, yang siap berpartisipasi dalam mewujudkan tujuan bersama.
Maju terus Pantang Mundur,,
BalasHapuskalo bisa daftar riwayat pendiri AMMI d jelaskan!!
biar gimana gtoh,,,,